25+ Games Team Building Seru untuk Karyawan & Perusahaan

Mencari games team building yang seru sekaligus dapat membantu membangun komunikasi dan kerja sama antarpeserta?

Ada banyak permainan yang dapat digunakan dalam kegiatan perusahaan. Pilihannya mulai dari ice breaking team building, fun games ringan, permainan komunikasi, hingga problem solving. Ada juga challenge yang membutuhkan strategi dan kekompakan tim.

Namun, memilih permainan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keseruannya. Jumlah peserta, tujuan kegiatan, kondisi lokasi, durasi, dan karakter peserta perlu dipertimbangkan. Dengan begitu, games yang digunakan dapat sesuai dengan kebutuhan kelompok.

Dalam artikel ini, Navigasi Outdoor Activity merangkum 25+ permainan team building beserta tujuan, jumlah peserta, durasi, peralatan, dan cara bermainnya. Anda juga akan menemukan panduan memilih games berdasarkan tujuan kegiatan.

Games team building untuk karyawan dan perusahaan

Apa Itu Games Team Building?

Games team building adalah permainan atau aktivitas kelompok yang dirancang untuk melibatkan peserta dalam sebuah tantangan bersama.

Permainan dapat dibuat sederhana dan menyenangkan atau lebih terstruktur dengan tujuan tertentu. Dalam pelaksanaannya, peserta biasanya perlu berkomunikasi, membagi peran, menyusun strategi, menyelesaikan masalah, atau bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Karena setiap kelompok memiliki karakter yang berbeda, jenis permainan yang digunakan juga tidak harus sama.

Ingin memahami konsepnya lebih lengkap? Baca juga: Apa Itu Team Building dan Manfaatnya untuk Perusahaan.


Mengapa Games Team Building Penting untuk Karyawan?

Permainan dalam team building dapat menciptakan situasi yang mendorong peserta berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Tujuannya dapat berbeda-beda. Ada permainan yang cocok untuk mencairkan suasana, ada yang menekankan komunikasi, dan ada pula challenge yang membutuhkan strategi serta koordinasi kelompok.

Meningkatkan Komunikasi

Games dapat mendorong peserta menyampaikan informasi dengan jelas kepada anggota kelompok lainnya.

Dalam beberapa permainan, keberhasilan kelompok sangat bergantung pada kemampuan peserta mendengarkan instruksi dan memastikan informasi dipahami oleh anggota tim. Karena itu, komunikasi yang baik menjadi salah satu bagian penting dalam proses permainan.

Melatih Kerja Sama Tim

Banyak permainan team building membutuhkan beberapa peserta untuk bekerja sebagai satu tim.

Setiap anggota perlu berkomunikasi dengan rekan kerja, berbagi tugas, dan saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.

Situasi seperti ini juga dapat digunakan untuk membangun rasa kebersamaan antarpeserta melalui pengalaman menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Membangun Kepercayaan

Beberapa games dirancang dengan kondisi ketika peserta harus mengandalkan instruksi atau bantuan anggota kelompok lainnya.

Aktivitas seperti ini dapat menjadi pengalaman untuk membahas pentingnya kepercayaan dan tanggung jawab dalam sebuah tim.

Melatih Problem Solving

Challenge tertentu dapat memberikan masalah yang harus diselesaikan dengan sumber daya dan waktu terbatas.

Peserta perlu memahami situasi, berdiskusi, mencoba strategi, kemudian melakukan penyesuaian apabila cara pertama belum berhasil.

Mengembangkan Leadership

Games juga dapat memberi kesempatan kepada peserta untuk mengambil peran memimpin.

Peran tersebut dapat bergantian sehingga beberapa anggota kelompok memiliki kesempatan memberikan instruksi, mengatur strategi, maupun membantu kelompok mengambil keputusan.

Permainan team building untuk melatih kerja sama tim

Permainan team building untuk melatih kerja sama tim

25+ Games Team Building Seru untuk Perusahaan

Berikut berbagai contoh games yang dapat digunakan sebagai referensi kegiatan perusahaan.

Jumlah peserta dan durasi di bawah merupakan contoh format pelaksanaan, bukan aturan baku. Fasilitator perlu menyesuaikannya dengan kondisi peserta, area, peralatan, serta tujuan kegiatan.

1. Human Knot

Tujuan: komunikasi, koordinasi, dan problem solving
Jumlah peserta: sekitar 8–12 orang per kelompok
Durasi: ±10–15 menit
Alat: tidak diperlukan

Cara bermain:
Peserta berdiri membentuk lingkaran kemudian memegang tangan peserta lain sesuai arahan fasilitator hingga terbentuk “simpul manusia”.

Kelompok harus melepaskan simpul tersebut tanpa melepaskan pegangan tangan. Peserta perlu berkomunikasi dan menentukan urutan gerakan agar kelompok dapat kembali membentuk lingkaran.

2. Blind Walk

Tujuan: komunikasi dan kepercayaan
Jumlah peserta: berpasangan atau kelompok kecil
Durasi: ±10–15 menit
Alat: penutup mata dan penanda lintasan

Cara bermain:
Salah satu peserta menggunakan penutup mata sementara rekannya memberikan instruksi untuk melewati lintasan yang telah disiapkan.

Fasilitator harus memastikan lintasan aman dan tidak menggunakan rintangan yang berisiko menyebabkan peserta terjatuh.

3. Transfer Ball

Tujuan: koordinasi dan kekompakan
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang per kelompok
Durasi: ±10–15 menit
Alat: bola dan media transfer sesuai variasi permainan

Cara bermain:
Peserta harus memindahkan bola dari titik awal menuju titik akhir menggunakan media yang telah ditentukan.

Setiap anggota memiliki peran. Kelompok perlu menjaga koordinasi agar bola tidak jatuh selama proses berlangsung.

4. Pipeline

Tujuan: koordinasi, strategi, dan komunikasi
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: potongan pipa atau talang dan bola

Cara bermain:
Setiap peserta memegang satu bagian pipa. Kelompok harus mengalirkan bola melalui rangkaian pipa hingga mencapai titik akhir.

Setelah bola melewati bagian pipanya, peserta bergerak ke depan untuk melanjutkan jalur.

5. Minefield

Tujuan: komunikasi, kepercayaan, dan ketelitian
Jumlah peserta: berpasangan atau kelompok kecil
Durasi: ±15 menit
Alat: penutup mata dan marker atau rintangan ringan

Cara bermain:
Sebuah area dibuat sebagai lintasan dengan beberapa marker. Peserta yang menggunakan penutup mata harus mencapai titik akhir berdasarkan instruksi verbal rekannya.

Gunakan objek yang lunak dan aman sebagai marker.

6. Balloon Train

Tujuan: koordinasi dan kekompakan tim
Jumlah peserta: sekitar 6–10 orang per kelompok
Durasi: ±10–15 menit
Alat: balon

Cara bermain:
Peserta berbaris dan menempatkan balon di antara anggota kelompok sesuai aturan permainan.

Tim harus bergerak menuju garis akhir sambil menjaga rangkaian tetap tersambung dan balon tidak jatuh.

7. Hula Hoop Pass

Tujuan: koordinasi dan kerja sama
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang per kelompok
Durasi: ±10 menit
Alat: hula hoop

Cara bermain:
Peserta berdiri membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan.

Hula hoop harus dipindahkan mengelilingi lingkaran tanpa peserta melepaskan pegangan.

Fun games team building untuk karyawan

Fun games team building untuk karyawan


8. Tower Building

Tujuan: kreativitas, strategi, dan problem solving
Jumlah peserta: sekitar 5–8 orang per kelompok
Durasi: ±20–30 menit
Alat: menyesuaikan konsep, misalnya sedotan, stik, kertas, atau bahan ringan lainnya

Cara bermain:
Setiap kelompok mendapatkan bahan dalam jumlah yang sama dan harus membuat struktur sesuai target fasilitator.

Kelompok perlu menentukan desain, membagi tugas, dan menggunakan bahan yang tersedia sebelum batas waktu berakhir. Selain melatih problem solving, permainan ini juga dapat digunakan untuk mengasah kreativitas peserta.

9. Blind Drawing

Tujuan: komunikasi dan kemampuan memberikan instruksi
Jumlah peserta: berpasangan
Durasi: ±10–15 menit
Alat: gambar referensi, kertas, dan alat tulis

Cara bermain:
Satu peserta melihat gambar referensi tanpa memperlihatkannya kepada pasangannya.

Ia harus menjelaskan gambar tersebut secara verbal. Peserta lain kemudian menggambar berdasarkan instruksi yang diterima.

Setelah selesai, hasil gambar dibandingkan dengan referensi.

10. Silent Line Up

Tujuan: komunikasi nonverbal dan koordinasi
Jumlah peserta: sekitar 10–30 orang
Durasi: ±10 menit
Alat: tidak diperlukan

Cara bermain:
Peserta diminta membuat urutan berdasarkan kriteria tertentu, misalnya bulan lahir, tanpa berbicara.

Kelompok harus menemukan cara berkomunikasi menggunakan gestur atau tanda nonverbal.

11. Magic Carpet

Tujuan: strategi dan koordinasi
Jumlah peserta: sekitar 6–10 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: terpal atau alas yang cukup kuat

Cara bermain:
Seluruh anggota kelompok berdiri di atas alas.

Kelompok mendapatkan challenge untuk membalik permukaan alas tanpa ada anggota yang menginjak tanah di luar area yang ditentukan.

12. Spider Web

Tujuan: strategi, komunikasi, dan kerja sama
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang
Durasi: ±20–30 menit
Alat: tali yang disusun menjadi beberapa lubang

Cara bermain:
Kelompok harus memindahkan anggota dari satu sisi menuju sisi lainnya melalui celah yang tersedia sesuai aturan fasilitator.

Dalam pelaksanaan nyata, desain permainan harus mempertimbangkan keamanan peserta dan menghindari teknik mengangkat yang berisiko.

13. Puzzle Race

Tujuan: problem solving dan pembagian tugas
Jumlah peserta: sekitar 5–10 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: puzzle

Cara bermain:
Setiap kelompok harus menyelesaikan puzzle dalam batas waktu tertentu.

Variasi permainan dapat dibuat dengan menempatkan beberapa bagian puzzle di checkpoint berbeda. Dengan demikian, peserta perlu membagi tugas untuk mengumpulkan dan menyusun seluruh bagian.

14. Communication Chain

Tujuan: ketepatan komunikasi
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang per kelompok
Durasi: ±10–15 menit
Alat: kartu berisi pesan atau instruksi

Cara bermain:
Pesan diberikan kepada peserta pertama kemudian diteruskan dari satu peserta ke peserta berikutnya sesuai aturan.

Pesan terakhir dibandingkan dengan pesan awal untuk melihat bagaimana informasi dapat berubah selama proses komunikasi.

Games kekompakan tim dalam kegiatan perusahaan

Games kekompakan tim dalam kegiatan perusahaan


15. Moving Island

Tujuan: strategi dan koordinasi
Jumlah peserta: sekitar 6–10 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: beberapa alas atau marker aman

Cara bermain:
Kelompok harus berpindah dari titik awal menuju titik akhir dengan hanya menggunakan sejumlah “pulau” yang diberikan.

Tim harus mengatur posisi dan perpindahan setiap anggota agar seluruh kelompok dapat mencapai tujuan.

16. Water Transfer Challenge

Tujuan: koordinasi dan pembagian peran
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: wadah air, gelas, ember, atau alat lain sesuai variasi

Cara bermain:
Kelompok harus memindahkan air dari titik awal menuju wadah akhir menggunakan perlengkapan yang telah ditentukan.

Pemenang dapat ditentukan berdasarkan jumlah air yang berhasil dikumpulkan dalam waktu tertentu.

17. Lego/Block Communication

Tujuan: komunikasi dan ketelitian
Jumlah peserta: sekitar 4–8 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: balok atau blocks dengan bentuk yang sama

Cara bermain:
Satu peserta melihat contoh susunan balok. Peserta tersebut kemudian memberikan instruksi kepada anggota kelompok untuk membuat bentuk yang sama tanpa memperlihatkan contoh.

Setelah waktu selesai, kedua bentuk dibandingkan.

18. Group Juggling

Tujuan: konsentrasi, koordinasi, dan komunikasi
Jumlah peserta: sekitar 8–15 orang
Durasi: ±10–15 menit
Alat: beberapa bola ringan

Cara bermain:
Peserta berdiri membentuk lingkaran dan mengoper bola mengikuti pola tertentu.

Setelah kelompok memahami pola, fasilitator dapat menambah jumlah bola secara bertahap sehingga koordinasi menjadi lebih menantang.

19. Paper Bridge Challenge

Tujuan: kreativitas, strategi, dan problem solving
Jumlah peserta: sekitar 4–8 orang per kelompok
Durasi: ±20–30 menit
Alat: kertas dan perlengkapan yang ditentukan fasilitator

Cara bermain:
Kelompok harus membuat konstruksi jembatan dari bahan terbatas.

Hasil dapat diuji berdasarkan kriteria yang sudah dijelaskan sebelum permainan, misalnya kemampuan menopang objek tertentu.

Challenge ini cocok untuk mendorong peserta berdiskusi, mencoba ide, dan mengasah kreativitas dalam kondisi sumber daya terbatas.

20. Scavenger Hunt

Tujuan: komunikasi, strategi, dan pembagian tugas
Jumlah peserta: sekitar 5–10 orang per kelompok
Durasi: ±30–60 menit
Alat: daftar petunjuk atau challenge

Cara bermain:
Kelompok harus menemukan beberapa objek, lokasi, atau jawaban berdasarkan clue yang diberikan.

Challenge dapat disesuaikan dengan venue dan tema kegiatan. Setiap anggota dapat memperoleh tugas berbeda agar kelompok bekerja sebagai satu tim.

21. Photo Challenge

Tujuan: kreativitas dan kolaborasi
Jumlah peserta: sekitar 5–10 orang per kelompok
Durasi: ±20–40 menit
Alat: smartphone atau kamera

Cara bermain:
Setiap kelompok mendapatkan daftar tema atau misi foto yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu.

Nilai dapat diberikan berdasarkan ketepatan misi, kreativitas, atau presentasi hasil.

Permainan team building outdoor untuk perusahaan

Permainan team building outdoor untuk perusahaan


22. Memory Challenge

Tujuan: konsentrasi, komunikasi, dan strategi
Jumlah peserta: sekitar 5–10 orang per kelompok
Durasi: ±15–20 menit
Alat: objek, kartu, gambar, atau susunan tertentu

Cara bermain:
Kelompok diberikan waktu terbatas untuk mengamati susunan objek atau informasi.

Setelah objek ditutup, anggota tim bekerja sama untuk merekonstruksi atau menjawab informasi yang sebelumnya dilihat.

23. Code Breaker

Tujuan: problem solving dan komunikasi
Jumlah peserta: sekitar 5–10 orang per kelompok
Durasi: ±20–30 menit
Alat: kartu clue atau kode

Cara bermain:
Peserta mendapatkan serangkaian petunjuk yang harus dipecahkan untuk memperoleh kode akhir.

Petunjuk dapat berupa kode sederhana maupun teka-teki yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan peserta.

Clue juga dapat dibagi kepada beberapa anggota. Dengan cara ini, kelompok perlu berbagi informasi dan menyusun jawaban bersama.

24. Team Quiz Challenge

Tujuan: komunikasi, pengambilan keputusan, dan kebersamaan
Jumlah peserta: fleksibel
Durasi: ±15–30 menit
Alat: pertanyaan dan media jawaban

Cara bermain:
Setiap tim mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan fasilitator.

Pertanyaan dapat dibuat ringan, berkaitan dengan perusahaan, atau dikombinasikan dengan challenge singkat. Beberapa pertanyaan juga dapat dibuat dalam format untuk menebak gambar, kata, maupun informasi tertentu.

25. Amazing Race Mini

Tujuan: strategi, komunikasi, problem solving, dan teamwork
Jumlah peserta: sekitar 5–10 orang per kelompok
Durasi: ±45–90 menit
Alat: menyesuaikan checkpoint

Cara bermain:
Peserta bergerak melalui beberapa checkpoint.

Pada setiap checkpoint terdapat challenge yang harus diselesaikan sebelum kelompok mendapatkan petunjuk menuju lokasi berikutnya.

Permainan ini dapat menggabungkan beberapa jenis games dalam satu rangkaian. Setiap kelompok perlu membagi peran dan bekerja sama untuk mencapai tujuan akhir.

26. Find Your Team

Tujuan: ice breaking dan membangun interaksi
Jumlah peserta: fleksibel
Durasi: ±10–15 menit
Alat: kartu atau simbol sesuai konsep

Cara bermain:
Setiap peserta mendapatkan kartu atau identitas tertentu dan harus menemukan anggota kelompoknya berdasarkan petunjuk yang diberikan fasilitator.

Permainan ini dapat digunakan sebagai ice breaking team building sekaligus metode pembagian kelompok.

27. Final Team Project

Tujuan: menggabungkan komunikasi, leadership, strategi, dan kerja sama
Jumlah peserta: menyesuaikan kelompok
Durasi: ±30–60 menit
Alat: sesuai konsep project

Cara bermain:
Setiap kelompok diberikan satu project akhir yang membutuhkan kontribusi beberapa peran.

Challenge dapat dirancang sebagai penutup rangkaian kegiatan sebelum sesi debriefing. Setiap anggota perlu bekerja sebagai satu tim untuk menyelesaikan target yang diberikan.


Games Team Building Berdasarkan Tujuan

Dengan banyaknya pilihan permainan, perusahaan tidak harus menggunakan seluruh games di atas.

Cara yang lebih efektif adalah memilih games untuk team building berdasarkan tujuan kegiatan.

Games untuk Komunikasi

Contoh yang dapat dipertimbangkan adalah Blind Drawing, Communication Chain, Blind Walk, dan Lego/Block Communication.

Games tersebut cocok untuk melatih peserta menyampaikan dan menerima instruksi dengan jelas. Komunikasi yang baik menjadi bagian penting agar kelompok dapat menyelesaikan challenge.

Games untuk Kekompakan Tim

Contohnya adalah Hula Hoop Pass, Balloon Train, Transfer Ball, Moving Island, dan Group Juggling.

Permainan seperti ini membutuhkan koordinasi beberapa anggota agar kelompok dapat menyelesaikan target. Interaksi selama permainan juga dapat membantu menciptakan rasa kebersamaan dalam kelompok.

Games Problem Solving

Contohnya adalah Human Knot, Tower Building, Puzzle Race, Paper Bridge, dan Code Breaker.

Kelompok perlu memahami masalah, membuat strategi, kemudian mencoba solusi bersama.

Games Leadership

Amazing Race Mini, Final Team Project, Scavenger Hunt, dan beberapa challenge berbasis kelompok dapat dikembangkan dengan sistem pembagian atau rotasi leader.

Dengan sistem tersebut, beberapa peserta memiliki kesempatan untuk memimpin diskusi, membagi tugas, dan membantu tim mengambil keputusan.

Games untuk Membangun Kepercayaan

Contohnya adalah Blind Walk dan Minefield.

Permainan tersebut melibatkan peserta yang perlu mengikuti instruksi dari anggota kelompok lainnya. Untuk aktivitas yang melibatkan keterbatasan penglihatan atau ketergantungan pada peserta lain, aspek keselamatan perlu menjadi prioritas.


Games Team Building Outdoor

Kegiatan outdoor memberikan ruang lebih luas untuk menggunakan permainan yang membutuhkan pergerakan, perpindahan antarstation, maupun challenge kelompok.

Pemilihan games team building outdoor tetap perlu menyesuaikan kondisi lapangan, cuaca, jumlah peserta, serta keamanan area.

Games team building outdoor untuk grup perusahaan

Games team building outdoor untuk grup perusahaan

Games untuk Grup Kecil

Untuk kelompok kecil, permainan dapat dibuat lebih intensif karena setiap peserta memiliki ruang partisipasi lebih besar.

Contohnya Blind Drawing, Tower Building, Human Knot, Code Breaker, atau Paper Bridge Challenge.

Games untuk Grup Besar

Untuk peserta dalam jumlah besar, kelompok dapat dibagi menjadi beberapa tim dan menggunakan sistem rotasi station.

Contohnya Transfer Ball, Pipeline, Moving Island, Water Transfer, atau rangkaian Amazing Race Mini.

Games Minim Peralatan

Tidak semua aktivitas membutuhkan perlengkapan kompleks.

Beberapa contoh yang relatif minim peralatan antara lain Human Knot, Silent Line Up, Find Your Team, dan berbagai variasi komunikasi kelompok.


Cara Memilih Games Team Building yang Tepat

Daftar permainan yang panjang tidak berarti semuanya harus digunakan dalam satu kegiatan.

Pemilihan games sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor berikut.

Sesuaikan dengan Tujuan Kegiatan

Tentukan terlebih dahulu apakah kegiatan lebih diarahkan pada refreshing, komunikasi, kerja sama, leadership, problem solving, atau kombinasi beberapa tujuan.

Dengan mengetahui objective sejak awal, fasilitator dapat memilih permainan yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

Perhatikan Jumlah Peserta

Game untuk 10 peserta belum tentu efektif jika langsung digunakan untuk 100 peserta.

Pada kelompok besar, pembagian tim dan sistem station dapat membantu menjaga keterlibatan peserta.

Pertimbangkan Usia dan Kondisi Peserta

Tingkat aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan karakter peserta.

Tidak semua kegiatan harus menggunakan challenge dengan intensitas fisik tinggi. Pilih permainan yang cocok untuk kondisi kelompok agar peserta tetap dapat terlibat dalam kegiatan.

Sesuaikan dengan Lokasi dan Durasi

Pertimbangkan luas area, kondisi permukaan, cuaca, fasilitas venue, serta waktu yang tersedia.

Permainan yang membutuhkan perpindahan antarlokasi akan memiliki kebutuhan waktu berbeda dengan games dalam satu area.

Jangan Lupakan Debriefing

Setelah challenge selesai, fasilitator dapat mengajak peserta membahas proses yang terjadi.

Pertanyaan sederhana seperti “Apa yang membuat strategi tadi berhasil?”, “Apa kendala terbesar kelompok?”, atau “Apa yang akan dilakukan berbeda jika mengulang challenge?” dapat membantu peserta merefleksikan pengalaman permainan.

Debriefing juga dapat digunakan untuk menghubungkan pengalaman selama games dengan komunikasi, pembagian peran, dan kerja sama dalam lingkungan pekerjaan.

Pendekatan ini juga didukung oleh penelitian mengenai team debriefing, yang menunjukkan bahwa refleksi dan diskusi terstruktur setelah sebuah aktivitas dapat membantu tim belajar dari pengalaman dan meningkatkan efektivitasnya.

Pendekatan team building yang efektif tidak berhenti pada aktivitas saja; refleksi setelah kegiatan membantu peserta menghubungkan pengalaman kelompok dengan cara mereka bekerja bersama.


Contoh Susunan Games Team Building 1 Hari

Berikut contoh alur kegiatan yang dapat disesuaikan kembali dengan kebutuhan perusahaan:

08.00 – Kedatangan peserta
08.30 – Opening & Ice Breaking
09.00 – Fun Games
10.00 – Communication & Coordination Games
11.00 – Team Challenge
12.00 – Lunch
13.00 – Problem Solving Challenge
14.00 – Final Team Project / Amazing Race
15.00 – Debriefing & Closing

Susunan tersebut hanyalah contoh.

Pemilihan games, jumlah station, waktu kegiatan, serta urutan program perlu disesuaikan dengan jumlah peserta, venue, tujuan kegiatan, dan kondisi pelaksanaan.

Fasilitator memimpin games team building perusahaan

Fasilitator memimpin games team building perusahaan


Ingin Games Disusun Menjadi Program Team Building Perusahaan?

Jika Anda tidak ingin menyusun permainan, peralatan, fasilitator, dan alur kegiatan sendiri, Navigasi Outdoor Activity menyediakan program Team Building di kawasan Lembang dan Bandung.

Program dapat disesuaikan dengan jumlah peserta, tujuan kegiatan, dan kebutuhan perusahaan.

FAQ Games Team Building

Apa games team building yang cocok untuk karyawan?

Pilihan games tergantung tujuan kegiatan.

Untuk komunikasi dapat menggunakan Blind Drawing atau Communication Chain. Untuk problem solving dapat menggunakan Tower Building, Puzzle Race, atau Code Breaker.

Untuk kegiatan yang lebih santai, pilih fun games team building dengan aturan sederhana dan tingkat aktivitas yang sesuai dengan peserta.

Berapa jumlah peserta ideal?

Tidak ada satu jumlah yang berlaku untuk seluruh permainan.

Beberapa games cocok untuk kelompok kecil sekitar 5–10 orang. Sementara itu, kegiatan dengan peserta besar dapat menggunakan beberapa kelompok dan sistem station.

Apa perbedaan fun games dan team building games?

Fun games umumnya lebih menekankan keseruan, interaksi, dan pencairan suasana.

Team building games dapat dibuat lebih terstruktur dengan tujuan tertentu seperti komunikasi, problem solving, leadership, atau kerja sama kelompok.

Keduanya dapat digunakan dalam satu rangkaian kegiatan.

Apakah games bisa dilakukan indoor?

Bisa.

Beberapa permainan seperti Blind Drawing, Puzzle Race, Code Breaker, Memory Challenge, atau Team Quiz dapat disesuaikan untuk area indoor.

Pemilihan permainan perlu mempertimbangkan ukuran ruangan, jumlah peserta, serta keamanan.

Apakah games bisa disesuaikan dengan tujuan perusahaan?

Bisa.

Pemilihan permainan dapat disesuaikan dengan tujuan seperti komunikasi, koordinasi, leadership, problem solving, kekompakan, maupun kegiatan yang lebih berorientasi pada fun dan kebersamaan.


Ingin Mengadakan Team Building di Lembang?

Jika perusahaan Anda sedang merencanakan kegiatan team building, pilihan games dapat disusun berdasarkan jumlah peserta, tujuan, lokasi, durasi, serta karakter kelompok.

Navigasi Outdoor Activity menyediakan program Team Building di Lembang dan Bandung yang dapat dikombinasikan dengan fun games, team challenge, Amazing Race, maupun aktivitas outdoor lainnya.

Kegiatan team building perusahaan di Lembang

Kegiatan team building perusahaan di Lembang


 

ihsanmay2
ihsanmay2
Articles: 37